primesfationmedia.com|26 April 2026
JAKARTA – Luka fisik mungkin mudah terlihat dan diobati, tetapi luka psikis akibat kejahatan di ruang digital sering kali tersembunyi rapat di balik layar smartphone. Fenomena ini menjadi perhatian serius organisasi kemasyarakatan Garda Bintang Timur dalam upaya melindungi generasi muda dari dampak buruk internet.
Ketua Umum Garda Bintang Timur, Daenk Jamal, menekankan bahwa membangun rasa aman dan kepercayaan publik harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki kewajiban untuk menciptakan ruang aman di mana anak-anak merasa nyaman untuk terbuka mengenai pengalaman mereka di dunia maya.
“Komunikasi dua arah adalah kunci utama agar kita tidak lengah saat putra-putri kita membutuhkan pertolongan dari ancaman online,” ujar Daenk Jamal. “Jangan tunggu sampai mereka menjadi korban. Kita harus proaktif dengan mengaktifkan fitur parental control dan rutin mengajak anak berdiskusi soal etika berinternet.” [
Garda Bintang Timur berkomitmen untuk terus mendorong literasi digital di tengah masyarakat. Dengan pengawasan yang tepat dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak, risiko kejahatan digital dapat diminimalisir demi masa depan anak bangsa yang lebih aman.
pres Rilis|Daenk Jamal
Editor|Jay
#Garda Bintang Timur
#gardabintangtimur03@gmail.com

