Perkuat Ormas Berbasis Kearifan Lokal, Kemendagri dan Bamus Betawi Gelar Program JAWARA Bela Negara
JAKARTA, 11 Juli 2026 primestationmedia.com – Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) berkolaborasi dengan Dewan Adat Bamus Betawi menyelenggarakan kegiatan strategis berskala nasional bertajuk “Komunikasi Sosial dan Pemberdayaan Organisasi Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal”. Acara ini merupakan bagian integral dari Rangkaian Program JAWARA Bela Negara yang berlangsung di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.
Acara akbar ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, tokoh militer, kepolisian, serta para pemimpin organisasi kemasyarakatan lintas daerah. Di antara tamu undangan penting yang hadir, tampak Ketua Umum Garda Bintang Timur, Daenk Jamal, ikut serta memberikan dukungan penuh terhadap penguatan organisasi masyarakat berbasis kearifan lokal di tanah air.
Kegiatan diawali dengan tradisi penyambutan tamu kehormatan khas Betawi, yakni prosesi Palang Pintu, disusul dengan tarian kesenian serta penampilan seni bela diri Pencak Silat Betawi yang memukau para hadirin.
Dalam sesi pembukaan, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia bertindak sebagai Keynote Speaker untuk memberikan arah kebijakan strategis pemerintah terkait pentingnya kolaborasi elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Penguatan pemikiran bela negara tersebut dipertegas oleh jajaran Forkopimda melalui sambutan dan arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya serta Pangdam Jaya.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Umum Garda Bintang Timur, Daenk Jamal, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kolaborasi besar ini. Beliau menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat (ormas) dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pendekatan budaya.

“Ormas bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan benteng pertahanan sosial yang harus berdiri paling depan dalam menjaga persatuan. Melalui kearifan lokal dan semangat bela negara seperti Program JAWARA ini, kita rajut kembali rasa kebersamaan. Garda Bintang Timur siap bersinergi dan mengawal komitmen ini demi menjaga kondusifitas serta kemajuan bangsa,” ujar Daenk Jamal dengan tegas.
Memasuki agenda inti Sesi I, para peserta mendapatkan pembekalan intensif dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan. Sesi siang dilanjutkan dengan penyampaian Arahan Kebangsaan oleh Jenderal Fauka Noor Faridz, serta pemaparan komprehensif terkait rancangan Program JAWARA Bela Negara oleh Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi.
Menariknya, acara ini juga mengusung semangat persatuan nusantara yang kuat dengan menghadirkan sesi pendalaman materi dari Tokoh Pecalang Bali. Kehadiran para tokoh lintas suku dan budaya mempertegas bahwa kearifan lokal merupakan fondasi utama pertahanan non-militer dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Acara yang dipandu oleh moderator internal Kemendagri dan Dewan Adat Bamus Betawi ini berjalan interaktif pada sesi tanya jawab sebelum akhirnya resmi ditutup pada sore hari. Melalui sinergi ini, organisasi masyarakat di seluruh Indonesia diharapkan mampu bertransformasi menjadi pilar penggerak bela negara yang adaptif namun tetap memegang teguh akar budaya leluhur. (RED)
#KearifanLokal#JawaraBetawi#BetawiPunyaGaye#BudayaBetawi#KawalBetawi#DaenkJamal#GardaBintangTimur#primestationmedia.com
Editor|Jaenudin Setiawan

