25 April 2026 primestationmedia.com
BEKASI – Pemerintah Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan responsif. Di bawah visi “Bekasi Keren”, berbagai inovasi digencarkan mulai dari kelancaran penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga layanan kesehatan darurat yang siaga 24 jam.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, S.Ap., M.Si., mengungkapkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelayanan di wilayahnya. Salah satu pencapaian utama adalah penyaluran bansos dari Kementerian Sosial yang terlaksana tanpa kendala.
“Alhamdulillah, seluruh bantuan telah tersalurkan dengan baik, tepat waktu, dan tanpa adanya keluhan dari masyarakat,” ujar Maka Nachrowi didampingi Kasi Kesos, Adi Joko R., S.E., Rabu (22/4/2026).

Inovasi Jemput Bola dan Respon Cepat 4 Jam
Di sektor kesehatan, Kecamatan Mustika Jaya menerapkan sistem “Jemput Bola” untuk menjangkau warga dengan keterbatasan fisik atau penyakit berat. Petugas puskesmas setempat berkomitmen memberikan respon maksimal empat jam sejak laporan diterima, meski di luar jam operasional resmi.
Layanan ini didukung oleh fasilitas Bus Kejayaan yang beroperasi 24 jam sebagai jalur koordinasi darurat bagi masyarakat.
PSM dan Pamur: Ujung Tombak Pelayanan di Lapangan
Kehadiran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pamong Wilayah (Pamur) menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kebutuhan warga. Saat ini, lima personel PSM disiagakan selama 24 jam untuk melakukan asesmen cepat, mulai dari penanganan warga sakit, korban musibah, hingga evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“PSM kami sangat sigap. Bahkan tengah malam pun mereka siap mendampingi warga, mengecek kondisi, hingga mengoordinasikan ambulans ke RSUD,” tambah Maka.
Beberapa aksi nyata yang telah dilakukan antara lain:
1. Evakuasi Lansia Terlantar: Penanganan pasien lansia penderita kista di RT 001 RW 007 yang dirujuk ke RSUD Bantargebang.
2. Penanganan ODGJ: Evakuasi warga atas nama Rayen di RT 02 RW 023 yang dirujuk ke RSUD Jatisampurna.
Sementara itu, melalui konsep “Satu RW Satu Pamur”, pemerintah memastikan setiap aspirasi warga di tingkat akar rumput dapat terserap dan tertangani dengan cepat.
“Dengan kolaborasi PSM, Pamur, dan tenaga kesehatan, kami ingin memastikan tidak ada warga yang terlewat. Semua harus terlayani demi pelayanan publik yang optimal,” pungkasnya.
——————————
By Red|Joser|Koperwil DKI
Editor|Jay












