Proyek Percontohan AWD untuk Pertanian Padi yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Subang, Jawa Barat primestationmedia.com Jum’at 08/11/2025 Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor pertanian,..

Subang, Jawa Barat primestationmedia.com Jum’at 08/11/2025 Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor pertanian, sebuah tim gabungan dari Jepang dan Indonesia baru-baru ini melakukan kunjungan lapangan ke lokasi yang ditujukan untuk uji coba metode Alternate Wetting and Drying (AWD) pada budidaya padi. Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan dukungan penuh dari Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) yang bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Kementerian Pertanian.
Delegasi dari Jepang terdiri dari Takayuki Ota (Manajer Proyek & Litbang Archeda Co. Japan), Ayano Kido (Direktur Archeda Co. Japan), dan Nii Shinya (Space Tech Accelerator Co. Japan). Sementara itu, perwakilan dari Indonesia termasuk Dr. Salim Mustofa (Peneliti Senior BRIN dan Sekretaris Jenderal IJBNet) serta Udhoro Kasih Anggoro (Sekretaris Dewan Penasihat IJBNet)
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memastikan kesiapan lokasi uji coba, termasuk verifikasi koordinat lahan sawah, pemeriksaan sistem irigasi dan drainase, evaluasi visual kemiringan lahan, serta penentuan lokasi ideal untuk implementasi metode AWD sebelum penanaman.

IJBNet memainkan peran penting dalam memfasilitasi kolaborasi antara Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) – Kementerian Pertanian, Archeda Co., dan Space Tech Accelerator (STA) Co. Proyek ini diharapkan menjadi bagian dari skema Joint Credit Mechanism (JCM) antara Indonesia dan Jepang, yang berpotensi menerima dukungan finansial dari pemerintah Jepang. Jika berhasil, proyek ini akan menjadi proyek JCM pertama di sektor pertanian yang berfokus pada pengurangan emisi CO₂ dari lahan padi.

Space Tech Accelerator (STA), sebuah perusahaan rintisan Jepang yang didirikan pada tahun 2023, mengkhususkan diri dalam pengembangan dan penerapan teknologi antariksa untuk sektor sosial dan industri. STA berfokus pada pemanfaatan teknologi satelit penginderaan jauh untuk memantau dan menganalisis sumber daya alam, perubahan lingkungan, serta produktivitas di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Dengan pendekatan berbasis data satelit, STA berupaya mendukung pertanian berkelanjutan, ketertelusuran rantai pasok, serta mitigasi risiko bencana dan deforestasi. Keterlibatan STA dalam proyek ini diharapkan memberikan dukungan teknologi untuk pemantauan kelembapan dan kondisi sawah secara akurat, yang sangat penting untuk keberhasilan metode AWD di Indonesia.
Archeda Inc., di sisi lain, adalah perusahaan yang mempromosikan aksi iklim berbasis alam melalui konsultasi strategis, pemantauan hutan menggunakan satelit, dan intelijen untuk pengembangan kredit karbon dan MRV (Monitoring, Reporting, and Verification).
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Elita, yang mewakili Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, membuka diskusi dan menegaskan dukungan penuh terhadap rencana uji coba AWD di Subang. Beliau menekankan bahwa proyek ini adalah langkah penting menuju validasi dan verifikasi kerja sama dalam mengurangi emisi CO₂ di lahan padi melalui skema JCM.
Uji coba metode AWD ini direncanakan akan dilaksanakan pada musim tanam padi di musim hujan dan musim kemarau tahun 2026, dengan pendanaan dari pihak Jepang. Kunjungan dan diskusi ini juga dihadiri oleh tim satuan kerja dari BRMP Kementerian Pertanian, yang sepenuhnya mendukung implementasi proyek percobaan ini sebagai inisiatif inovatif menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

SAHSA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *