Primestationmedia.com
JAKARTA – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena iklim El Niño yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dan ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada tahun 2026. Berdasarkan analisis terkini, fenomena ini menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan, yang berdampak langsung pada ketersediaan air bersih dan ketahanan pangan.
Wilayah Prioritas Perhatian:
Sejumlah wilayah di Indonesia masuk dalam zona prioritas pengawasan karena kerentanan tinggi terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), antara lain:
Sejumlah wilayah di Indonesia masuk dalam zona prioritas pengawasan karena kerentanan tinggi terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), antara lain:
- Sumatera (terutama wilayah Sumatera Selatan dan Riau)
- Kalimantan
- Nusa Tenggara (NTB & NTT)
- Jawa
- Sulawesi Selatan
Langkah Mitigasi dan Adaptasi:
Guna mencegah dampak yang lebih luas, pemerintah mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
Guna mencegah dampak yang lebih luas, pemerintah mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Hemat Penggunaan Air: Gunakan sumber daya air secara bijak dan efisien untuk memenuhi kebutuhan dasar.
- Cegah Kebakaran: Hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, seperti membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan.
- Sektor Pertanian: Bagi para petani, disarankan untuk menyiapkan pompa air atau beralih ke varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
- Lapor Segera: Segera laporkan kepada pihak berwenang (BPBD atau kepolisian setempat) jika menemukan titik api atau mengalami krisis air bersih yang ekstrem.
Kewaspadaan bersama dan gotong royong antarwarga menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana akibat fenomena alam ini. Pantau terus informasi perkembangan cuaca melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Editor|Jaenudin.S
#Divisi Humas polri

