Polri Bongkar Skandal Besar Korupsi Pasokan Batu Bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel; Amankan Rp60 Miliar Tunai

JAKARTA, 9 Juli 2026 – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membuat gebrakan besar dalam penegakan hukum di tanah air. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya secara serempak menggelar penggeledahan besar-besaran di 12 lokasi strategis wilayah Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini berkaitan langsung dengan pengusutan kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) berskala masif. Skandal ini melibatkan tata kelola pasokan batu bara PT PLN (Persero) yang menjadi pemicu padamnya listrik (blackout), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel.

Dalam rangkaian penggeledahan tersebut, tim penyidik gabungan menyambangi sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, serta kafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan. Hasilnya mengejutkan publik, polisi berhasil menemukan dan membongkar brankas besar yang sengaja disembunyikan di dalam dinding kafe tersebut. Dari dalam brankas tersembunyi itu, petugas menyita uang tunai senilai hampir Rp60 miliar dalam bentuk mata uang asing, yakni Dolar Singapura (SGD) dan Dolar Amerika Serikat (USD), beserta dokumen-dokumen penting.

Langkah agresif Korps Bhayangkara ini langsung menuai apresiasi tinggi dari legislatif. Komisi III DPR RI menyatakan dukungan penuh tanpa kompromi kepada Polri untuk menyapu bersih gurita mafia hukum dan korupsi batu bara ini. DPR RI menegaskan penuntasan kasus ini mutlak dilakukan demi menjaga stabilitas ketahanan energi nasional dan mencegah kerugian negara lebih lanjut akibat pemadaman listrik massal.

“Kami di Komisi III DPR RI mendukung penuh langkah tegas Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya. Kasus mafia batu bara ini tidak boleh menggantung, karena dampaknya nyata sampai membuat listrik masyarakat padam (blackout). Semua yang terlibat harus disikat bersih tanpa pandang bulu,” tegas Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Buntut dari penetapan perkara korupsi kakap ini, penjagaan ketat diberlakukan di markas kepolisian. Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap lengkap dengan Kendaraan Taktis (Rantis) disiagakan untuk berpatroli serta memperketat pengamanan di sekitar kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Di sisi lain, publik juga menyoroti dinamika koordinasi antar-aparat hukum di lapangan. Isu keretakan sempat mencuat menyusul beredarnya pesan berantai terkait instruksi internal Sub-Bid Paminal Bidpropam Polda Jateng agar personelnya tidak menghadiri panggilan Kejaksaan Negeri untuk dimintai keterangan seputar pengelolaan program pelayanan gizi tanpa prosedur pendampingan sah. Menanggapi kabar rivalitas kelembagaan ini, Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan bergerak cepat dan berencana memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Jaksa Agung demi meredam tensi dan memastikan kolaborasi penegakan hukum nasional tetap berjalan kondusif serta objektif.

——————————

Tentang primestationmedia.com:

Primestationmedia.com merupakan portal berita online tepercaya yang menyajikan informasi aktual, transparan, tajam, dan tepercaya seputar kebijakan publik, hukum kriminal, keamanan nasional, serta dinamika sosial politik di Indonesia.

——————————

Editor|Jaenudin Setiawan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *